Arah Penanganan Pandemi Covid -19 Ala Jokowi, Indonesia Masih Baik
Arah Penanganan Pandemi Covid -19 Ala Jokowi, Indonesia Masih Baik

Indonesia beruntung masih bisa menjaga ekonomi walaupun tertatih tatih



Ketika dunia gempar dengan kondisi pandemic covid-19, tak satupun pemimpin di negara di dunia yang mampu menangani dampak yang ditimbulkan. Bahkan pemimpin superpower seperti Amerika dibuat kalang kabut tak berdaya. Akibatnya, banyak negara tidak hanya terpapar oleh virus corona namun mengalami dampak resesi ekonomi.

Lalu bagaimana peta perekonomian Indonesia bisa bertahan dalam masa pandemi ini. Grafik yang di rilis oleh Europan CDC, Eurostat memberikan analisa sebagai berikut. Pertama adalah bahwa grafik tersebut sesungguhnya merupakan grafik 3 dimensi walaupun disajikan dalam 2 dimensi. Dimensi pertama yaitu sumbu datar menunjukkan arah pertumbuhan ekonomi. Sedangkan dimensi kedua yaitu sumbu tegak menunjukkan angka jumlah kasus meninggal per 1 juta penduduk. Sedangkan dimensi ketiga merupakan luas lingkaran dari titik setiap negara. Pada dimensi pertama dan kedua tentu saja sudah jelas definisinya. Namun pada dimensi ketiga masih perlu Analisa lebih dalam untuk mendefenisikan. Tetapi bisa diguga bahwa dimensi ketiga ini adalah jumlah test yang dilakukan oleh tiap negara. Semakin besar lingkarannya maka jumlah testnya makin besar.

Jika kita asumsikan bahwa dimensi ketiga itu adalah adalah jumlah orang yang ditest di tiap negara, maka beberapa hal bisa kita dapatkan dari grafik yang amat menarik ini. Pertama adalah terlihat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam triwulan kedua ini mengalami kontraksi ebesar -5%. Tentu ini merupakan sebuah kemunduran. Akan tetapi dalam kondisi yang sama memang semua negara yang ada dalam grafik tersebut mengalami hal yang sama. Dan justru Indonesia masih tergolong baik seperti bersama Taiwan, Korea Selatan, dan Finlandia.

Disamping itu, kontraksi ekonomi yang terburuk justru terlihat terjadi di Inggris dan Tunisia, yaitu mencapai angka penurunan pertumbuhan -22%. Jadi kesimpulan sementara bahwa Indonesia beruntung masih bisa menjaga ekonomi walaupun kondisi global yang tertatih tatih. Hal lainnya juga adalah bahwa dampak pandemi covid-19 terhadap ekonomi menang tidak bisa terhindari. Bahkan negara Taiwan yang sering menjadi acuan dalam penanganan pandemic Covid-19 justru mengalami penurunan sebesar -0.6%.

Selain itu, apabila diperhatikan kasus jumlah orang yang meninggal per 1 juta penduduk, posisi Indonesia berada di dekat sumbu datar. Negara yang dekat dengan sumbu datar memiliki jumlah kematian relatif yang rendah. Ini bisa dipandang sebagai keberhasilan dalam menangani pandemi Corona, asalkan jumlah testnya cukup banyak.

Ada negara seperti Belgia, Inggris dan Italia memiliki jumlah kematiannya relatif besar. Sementara Indoneia masih lebih baik sejajar dengan Taiwan, Korsel, Jepang, Singapura dan Filipina mengalami angka kematian relatif yang jauh lebih kecil daripada negara eropa tersebut. Oleh karena itu, berdasarkan Analisa yang ditampilkan dalam grafik tersebut, jelas situasi di Indonesia sampai saat ini relatif masih bagus. Pandemi masih terkendali dan ekonomi tidak terlalu merosot jatuh.

Associate Consultants

Penulis: Associate Consultants

Senior Consultant, Berasuransi.com

Member of Assosiasi Ahli Asuransi Indonesia (A3I)


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook



Profil Berasuransi

Berasuransi.com didirikan pada tanggal 20 Oktber 2018 oleh tim ahli yang tergabung dalam Asosiasi Ahli Asuransi Indonesia(A3I) dan dibawah pengawasan  Badan Otoritas Jasa Keuangan di Indonesi.  Kelompok ini mendirikan lembaga ini sebagai [read more...]

Facebook

Twitter

Contact Us

Asuransi Mobil

Asuransi Motor

Asuransi Property

Asuransi Usaha

Asuransi Travel

Asuransi Bonding

Asuransi Konstruksi