Softbank Rugi Rp 342,7 Triliun pada Kuartal II 2022, ini penyebabnya
Softbank Rugi Rp 342,7 Triliun pada Kuartal II 2022, ini penyebabnya



SoftBank membukukan kerugian bersih kuartalan sebesar 23 miliar dollar AS atau Rp 342,7 triliun (kurs Rp 14.900 per dollar AS) pada unit Vision Fund. Penyebab utama adalah karena saham teknologi terus terpukul di tengah kenaikan suku bunga. Seperti diberitakan CNN, Pendiri dan CEO SoftBank Masayoshi Son berjanji akan memperketat kriteria investasi dan mempertahankan uang tunai untuk mengatasi hal ini. Dia mengisyaratkan akan memotong jumlah karyawan Vision Fund.  

Anomali ini sepertinya karena situasi dunia kebingungan ditengah krisis keuangan dibeberapa negara.  Secara keseluruhan, penurunan portofolio mendorong SoftBank ke kerugian bersih 3,16 triliun yen atau 23 miliar dollar AS pada Kuartal II 2022 yang menjadi kerugian terbesar yang pernah ada. 

Adapun investasi terdaftar yang mengalami penurunan nilai ialah perusahaan robotika AutoStore Holdings Ltd dan perusahaan kecerdasan buatan SenseTime Group Inc. Untuk mengumpulkan uang, SoftBank telah keluar dari beberapa perusahaan termasuk perusahaan ridehailer Uber Technologies (UBER) dan platform penjualan rumah Opendoor Technologies, dengan total keuntungan sebesar 5,6 miliar dollar AS. SoftBank menjual Uber dengan harga saham rata-rata 41,47 dollar AS, lebih besar dibandingkan dengan harga penutupan Jumat 32,01 dollar AS dan saham Vision Fund kedua di 269 perusahaan senilai 37,2 miliar dollar AS pada akhir Juni atau lebih besar dibandingkan dengan biaya saat akuisisi 48,2 miliar dollar AS. Turunnya volume penawaran umum perdana dan skeptisisme pasar terhadap perusahaan rintisan yang merugi telah menekan sumber modal penting bagi SoftBank yang berharap untuk mendaftarkan perancang chip Arm setelah runtuhnya penjualan ke Nvidia (NVDA). 

Namun demikian, SoftBank bukan satu-satunya korban dari aksi jual teknologi. Hedge fund Tiger Global melihat dana andalannya turun 50 persen pada paruh pertama tahun ini setelah meremehkan dampak lonjakan inflasi di pasar. Berkshire Hathaway membukukan kerugian kuartalan 44 miliar dollar AS pada investasi dan derivatifnya, dengan Chief Executive Warren Buffett mendesak investor untuk mengabaikan fluktuasi. 
 

Associate Consultants

Penulis: Associate Consultants

Senior Consultant, Berasuransi.com

Member of Assosiasi Ahli Asuransi Indonesia (A3I)


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook



Profil Berasuransi

Berasuransi.com didirikan pada tanggal 20 Oktber 2018 oleh tim ahli yang tergabung dalam Asosiasi Ahli Asuransi Indonesia(A3I) dan dibawah pengawasan  Badan Otoritas Jasa Keuangan di Indonesi.  Kelompok ini mendirikan lembaga ini sebagai [read more...]

Facebook

Twitter

Contact Us

Asuransi Mobil

Asuransi Motor

Asuransi Property

Asuransi Usaha

Asuransi Travel

Asuransi Bonding

Asuransi Konstruksi