Pembuatan Sumur Resapan, Mengurangi Banjir Dalam Curah Hujan Besar
Pembuatan Sumur Resapan, Mengurangi Banjir Dalam Curah Hujan Besar

Sumur resapan harus berada di atas permukaan air tanah, jadi kedalaman sumur resapan dilihat dari tinggi permukaan air tanah‚. Itulah prinsip dasar yang harus dipahami dalam pembuatan sumur resapan.



Banjir di DKI dan daerah-daerah lain di Indonesia benar-benar sudah menjadi tradisi.  Hujan turun sedikit, maka akan menjadi hal yang menakutkan bagi warga.  Untuk antisipasi ini, maka diperlukan sumur resapan.

Sumur resapan harus berada di atas permukaan air tanah, jadi kedalaman sumur resapan dilihat dari tinggi permukaan air tanah‚. Itulah prinsip dasar yang harus dipahami dalam pembuatan sumur resapan.

Sumur resapan adalah sistem resapan buatan yang dapat menampung air hujan akibat dari adanya penutupan tanah oleh bangunan baik dari lantai bangunan maupun dari halaman yang diplester atau diaspal. Air tersebut kemudian dialirkan melalui atap, pipa talang maupun saluran yang berbentuk sumur, kolam dengan resapan ataupun saluran. Daerah dengan tingkat curah hujan yang tinggi, sumur resapan ini sangat bermanfaat dalam pencegahan banjir. Saat hujan deras, air yang dapat tertampung dalam sumur resapan dapat mencapai 5 meter kubik.

Di DKI misalnya, pemerintah telah mengatur tentang pembuatan sumur resapan dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta No 68 Tahun 2005 tentang Perubahan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 115 Tahun 2001 mengenai Pembuatan Sumur Resapan. Setiap gedung atau bangunan yang menutup permukaan tanah dan usaha industri yang memanfaatkan air tanah permukaan diwajibkan untuk membuat sumur resapan dalam perencanaan pembangunannya.

Selain itu, fungsi sumur resapan dapat menampung, menyimpan, dan menambah cadangan air tanah serta dapat mengurangi limpasan air hujan ke saluran pembuangan. Hal ini tentu saja selain dapat mencegah terjadinya banjir, air tampungan tersebut dapat dimanfaatkan pada musim kemarau.

Dalam pembuatan sumur resapan, dapat dihitung dengan melihat luas atap bangunan. ‚Untuk setiap m² luas atap kita dapat menampung 40 liter air, jadi misalkan luas atap 100 m², kita kali saja dengan 40, maka total air yang ideal kita tampung adalah 400 liter‚.

Sampai saat ini, jumlah sumur resapan yang ada di wilayah DKI Jakarta misalnya masih sangat jauh dari jumlah ideal. Padahal peraturan tentang hal itu sudah ada sejak tahun 2005. Untuk itu, baik pemerintah maupun masyarakat perlu lebih berperan dalam meningkatkan jumlah sumur resapan di wilayah DKI Jakarta.  Keberhasilan pemerintah bukan dilihat dari seberapa banyak pemerintah mampu membuat sumur resapan, tetapi seberapa banyak masyarakat yang mencontoh pemerintah dalam pembuatan sumur resapan. 

Associate Consultants

Penulis: Associate Consultants

Senior Consultant, Berasuransi.com

Member of Assosiasi Ahli Asuransi Indonesia (A3I)


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook



Profil Berasuransi

Berasuransi.com didirikan pada tanggal 20 Oktber 2018 oleh tim ahli yang tergabung dalam Asosiasi Ahli Asuransi Indonesia(A3I) dan dibawah pengawasan  Badan Otoritas Jasa Keuangan di Indonesi.  Kelompok ini mendirikan lembaga ini sebagai [read more...]

Facebook

Twitter

Contact Us

Asuransi Mobil

Asuransi Motor

Asuransi Property

Asuransi Usaha

Asuransi Travel

Asuransi Bonding

Asuransi Konstruksi