Ekuitas Minus Rp23,92 T, Jiwasraya Bangkrut, OJK Ngapain?
Ekuitas Minus Rp23,92 T, Jiwasraya Bangkrut, OJK Ngapain?

Aturan OJK, perusahaan asuransi wajib miliki ekuitas paling sedikit Rp100 M.



Asuransi Jiwasraya kini tercatat mengalami kebangkrutan. Indikator utama adalah karena gagal bayar atas benefit polis kepada para nasabahnya yang jatuh tempo pada akhir 2019 yang nilainya capai hingga Rp13,74 triliun.

Kasus ini diketahui kali pertama lewat laporan nasabah Jiwasraya pada Oktober 2018. Nilai keterlambatan pembayaran polis saat itu capai Rp802 M. Dengan kondisi itu, para nasabah masih menerima perpanjangan polis yang jatuh tempo hingga setahun ke depan lagi. Selang setahun, polis yang jatuh tempo itu tidak kunjung bisa dicairkan. Para nasabah umumnya mengaku tertarik dengan bunga 9% per tahun yang dijanjikan produk investasi Bancassurance dari Jiwasraya.

Bancassurance adalah layanan bank yang sediakan produk asuransi sebagai perlindungan dan produk investasi jangka panjang. Artinya, bank bekerja sama dengan perusahaan asuransi untuk jual produk asuransi.

Produk Bancassurance JS Proteksi Plan Jiwasraya sejauh ini dipasarkan oleh tujuh bank: BTN, BRI, Bank ANZ, Bank Standard Chartered, Bank KEB Hana Indonesia, Bank Victoria, dan Bank QNB Indonesia.

Para nasabah dijanjikan imbal hasil (return) dari premi yang dibayarkan. Besar bunga produk bervariasi bagi para nasabah untuk tempatkan dananya atau beli produk asuransi sekaligus investasi.

Kesalahan-kesalahan yang dilakukan manajemen Jiwasraya dalam mengelola dana nasabah
Hampir semua perusahaan jasa keuangan mengelola dana nasabah di berbagai instrumen investasi. Perputaran dana dari investasi ini yang dikelola untuk memberi hasil/keuntungan yang dijanjikan kepada nasabah.

Ada empat kesalahan pokok yang dilakukan Jiwasraya sehingga menyebabkan perusahaan mengalami kesulitan keuangan:

1 Kesalahan dalam penjualan (mispricing)
Bunga dari produk Saving Plan Jiwasraya sebesar 9-13% dan guaranteed return lebih tinggi dari pertumbuhan IHSG serta bunga obligasi.

2. Lemahnya prinsip kehati-hatian dalam berinvestasi
Jiwasraya menempatkan investasi pada risiko tinggi, yakni 22% pada saham,dimana hanya 5% yang ditempatkan pada saham-saham liquid. Sebesar 59% ditempatkan pada reksa dana, tetapi hanya 2% yang dikelola oleh top tier manajer investasi Indonesia.

3. Ditemumukan adanya rekayasa harga saham (window dressing)
Hal ini terlihat dari adanya modus jual-beli saham oleh Jiwasraya, di mana mereka membeli saham overprice dan dijual dengan harga negosiasi ke manajer investasi, untuk kemudian dibeli lagi oleh Jiwasraya.

4. Desakan dari produk Saving Plan Jiwasraya
Gagalnya pembayaran klaim polis oleh Jiwasraya membuat kepercayaan nasabah turun. Ini sebabkan perusahaan asuransi ini sulit mendapatkan suntikan dana segar dari calon nasabah.

Sebagaimana diketahui bahwa berdasarkan laporan keuangan terakhir perusahaan ini, nilai aset Jiwasraya per 30 September 2019 adalah sebesar Rp25,68 T.  Sementara kewajiban yang harus dilunasi perusahaan berdasarkan catatab liabilitas perseroan membengkak hingga Rp49,6 T per September 2019.  Dengan demikian ekuitas Jiwasraya berada di angka minus Rp23,92 T.

Tentu saja bertolak belakang dengan peraturan OJK No. 71/POJK.05/2016 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi, perusahaan asuransi wajib miliki ekuitas paling sedikit Rp100 M.

Yang menjadi pertanyaan adalah kemana OJK selama ini,apakah memang disengaja?
 

Associate Consultants

Penulis: Associate Consultants

Senior Consultant, Berasuransi.com

Member of Assosiasi Ahli Asuransi Indonesia (A3I)


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook



Profil Berasuransi

Berasuransi.com didirikan pada tanggal 20 Oktber 2018 oleh tim ahli yang tergabung dalam Asosiasi Ahli Asuransi Indonesia(A3I) dan dibawah pengawasan  Badan Otoritas Jasa Keuangan di Indonesi.  Kelompok ini mendirikan lembaga ini sebagai [read more...]

Facebook

Twitter

Contact Us

Asuransi Mobil

Asuransi Motor

Asuransi Property

Asuransi Usaha

Asuransi Travel

Asuransi Bonding

Asuransi Konstruksi